Gadget untuk Anak, Bagaimana Menyikapinya?

/, Home Education, Kidos/Gadget untuk Anak, Bagaimana Menyikapinya?

Gadget untuk Anak, Bagaimana Menyikapinya?

Dua puluh tahun yang lalu, kehadiran televisi saja sudah menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Mulai dari anak menonton di rumah teman dan lupa pulang, lupa mandi karena acara kartun favoritnya, hingga lupa mengerjakan PR karena kemalaman menonton.

Dewasa ini, tantangannya bahkan berlipat. Anak masa kini hampir tidak lepas dari yang namanya gadget. Televisi mungkin hanya ada di dalam ruangan tertentu di dalam rumah. Beda halnya dengan gadget. Ke dalam toilet sekali pun, gadget bisa di bawa. Akibatnya, sejak membuka mata di pagi hari hingga beranjak tidur di malam hari, anak susah terlepas dari yang namanya gadget.

Gadget menjadi semakin mudah digunakan, teknologi layar sentuh yang semakin canggih membuat grafik yang dihasilkan semakin cerah dan menggemaskan, serta teknologi suara digitalnya semakin canggih setiap hari. Hal-hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Dalam banyak kasus, orang tua menganggap gadget adalah solusi cepat untuk membuat anaknya duduk tenang. Sehingga anak mendapatkan pembenaran tambahan untuk semakin sering menggunakan gadget.

Memang banyak hal positif yang bisa didapat anak dan orang tua dari gadget. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri jika banyak pula hal negatif yang mengiringinya. Mulai dari akses konten-konten yang tidak pantas baik secara sengaja maupun tidak, hingga masalah kesehatan fisik karena kurangnya anak bergerak.

Akan tetapi, mau tidak mau itulah yang harus kita hadapi. Saya, Anda, dan orang tua “jaman now” lainnya saat ini punya masalah yang hampir sama. Hidup dikelilingi gadget dengan segala kemudahan dan efek sampingnya, positif maupun negatif.

Lalu, bagaimana sebaiknya kita sebagai orang tua menyikapinya?

Sebagai orang tua dari generasi “jaman now”, saya merasa beruntung karena saya adalah generasi peralihan. Saya masih merasakan bermain layangan, lompat tali, galah, bekel, dan permainan tradisional lainnya meskipun tinggal di kota. Saya masih merasakan membuat kapal dan mobil-mobilan dari kulit jeruk bali. Saya tahu rasanya menjadi anak kecil yang bergerak lincah ke sana kemari. Saya merasakan jaman tanpa ponsel dengan televisi hitam putih dan hanya satu channel yang bisa diakses.

Dalam dekade terakhir, saya pun merasakan internet booming besar-besaran dengan segala efek yang ditimbulkannya. Ketika dulu orang tua kami sibuk mencari anaknya yang bermain di luar ketika sudah waktunya pulang ke rumah, sekarang saya merasakan susahnya mendorong anak-anak untuk bermain ke luar ketika mereka sudah lekat dengan gadget.

Ada pula beberapa sekolah yang melarang sama sekali penggunaan gadget bahkan ponsel yang paling sederhana sekalipun. Intinya, mereka menjauhkan anak dari gadget. Terus terang, saya tidak terlalu setuju pula dengan pendekatan ini. Bagaimanapun, kita tidak bisa menghindari fakta bahwa jaman sudah berubah dan gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di masa kini apalagi di masa depan.

Gadget laksana gelas. Pada dasarnya, gelas bersifat netral. Orang bisa menuangkan susu yang sehat dan penuh gizi ke dalam gelas, yang penuh manfaat bagi orang yang meminumnya. Orang juga bisa menuangkan minuman beralkohol ke dalam gelas yang sama, yang buruk akibatnya bagi orang yang meminumnya. Apakah gelasnya yang salah? Tentu tidak. Orang yang berilmu dan bijak tentu akan memilih menuangkan susu ke gelas tersebut. Akan tetapi, orang yang tidak tahu mungkin akan menuangkan alkohol ke dalam gelas tadi dan meminumnya.

Sama halnya dengan gadget. Gadget hanyalah media. Sebagian orang mengisinya dengan konten yang baik, dan sebagian lagi mengisinya dengan konten yang buruk. Yang diperlukan anak-anak adalah pondasi nilai-nilai yang kuat dan ilmu yang membuat mereka bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dirinya dan orang sekitarnya. Dari siapa ilmu ini bisa mereka dapatkan? Tentu saja dari orang tuanya.

Sekali lagi, tidak mungkin kita membendung arus, dan akan sulit melepaskan anak-anak dari gadget. Kalaupun kita sukses menjauhkan mereka di rumah, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka tidak mendapatkannya di luar rumah. Ketika mereka mendapatkannya di luar rumah, siapa yang bisa menjamin bahwa mereka hanya mengakses konten yang baik-baik saja? Tidak ada.

Perkenalkan gadget kepada anak, dampingi, dan ajarkan mereka untuk pandai dan bijak dalam menggunakannya. Fobia dengan gadget dan menjauhkannya dari anak kita, justru akan membuat mereka mencarinya sendiri di luar tanpa pengawasan dari orang-orang terdekat. Menurut saya, hal ini bisa lebih memberburuk keadaan.

Sebagai orang tua, justru melalui kitalah seharusnya anak-anak kita mengenal gadget dengan segala positif dan negatifnya. Membiarkan mereka sendiri mengeksplorasi gadget sama artinya dengan melepaskan mereka di hutan belantara tanpa bekal ilmu untuk bertahan hidup. Mereka dikelilingi banyak sumber makanan, tetapi tidak tahu mana yang boleh dan mana yang sebenarnya adalah racun.

Comments

comments

By | 2018-01-25T13:19:24+00:00 January 25th, 2018|Categories: Edukasi, Home Education, Kidos|Tags: , , , , |0 Comments

About the Author:

Simple and happy mommy * Advanced Open Water Diver * Enthusiast Reader * Books lover * Slow runner but continue making progress * Loves chocolate ice cream * Owner of Dapoer Kampoeng 33, a catering business located in Makassar, Indonesia * Food photographer

Leave A Comment