Menjadi Orang Tua Generasi Gadget

/, Kidos, Teknologi Informasi/Menjadi Orang Tua Generasi Gadget

Menjadi Orang Tua Generasi Gadget

Dalam beberapa rapat bersama guru dan orang tua siswa di sekolah anak-anak, saya banyak mendengar kekhawatiran dan keluhan guru dan orang tua terhadap gadget dan internet. Ada yang meminta agar siswa diberikan tugas atau PR yang bisa diselesaikan tanpa harus mengakses internet. Ada juga yang berkeluh kesah anak-anak mereka terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau gadget untuk browsing atau memainkan permainan daring.

Kekhawatiran di atas adalah wajar adanya. Setiap orang tua pasti khawatir jika anak mereka terpapar dengan hal-hal yang tidak baik yang beredar dengan mudah melalui internet. Namun, apabila ketakutan itu membuat orang tua atau guru menjauhkan anak dari gadget dan internet, menurut saya hal tersebut tidaklah bijaksana. Keduanya adalah keniscayaan di masa kini dan masa depan. Mau tidak mau, anak-anak kita kelak akan menggunakannya juga, cepat atau lambat. Untuk itu, mereka membutuhkan bimbingan orang dewasa. Mereka butuh diberitahu apa manfaatnya, bagaimana gadget dan internet bisa membahayakan, dan apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari bahaya tersebut..

Agar bisa membimbing dan melindungi anak ketika menggunakan gadget berselancar di internet, tentu saja orang tua dan guru harus lebih pintar daripada mereka, atau paling tidak, sama pintarnya. Tidak boleh terjadi sebaliknya. Contohnya, orang tua bisa saja memasang parental control di browser komputer atau smartphone. Akan tetapi, hal tersebut tidak banyak gunanya jika ternyata anak tahu bagaimana cara mengakali parental control tersebut.

Alasan lain untuk belajar tentang internet adalah untuk mengetahui seberapa besar bahaya dan kerusakan yang dapat ditimbulkannya. Orang dapat membuat akun-akun palsu di media sosial, aplikasi messenger, group, dan chat room dengan sangat mudah. Tidak sulit pula membuat website palsu yang dapat mengambil data-data pribadi setiap orang yang mengunjunginya, yang kemudian digunakan untuk melakukan penipuan. Dan bahkan lebih mudah lagi menyebarkan berita palsu alias hoax yang dengan cepat viral ke mana-mana.

Mudahan-mudahan Anda tidak menganggap saya menakut-nakuti dengan fakta-fakta di atas. Bukan itu maksudnya. Saya sendiri adalah pengguna internet yang sangat aktif, karena pekerjaan yang memang sangat membutuhkan akses ke internet setiap hari. Akan tetapi, saya ingin mengajak kita semua bisa memiliki pengetahuan yang seimbang terkait manfaat dan bahaya gadget dan internet. Lebih jauh lagi, kita juga mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi bahaya tersebut.

Antisipasi paling sederhana tentunya yaitu meluangkan waktu untuk mempelajari sendiri tentang internet. Antara lain, mengetahui bagaimana mengaksesnya, apa yang bisa didapatkan dari sana, dan bagaimana melindungi diri dan orang-orang tercinta dari konten-konten yang tidak baik atau pengaruh buruk lainnya.

Untuk perlindungan pengguna usia muda, setiap sistem operasi atau browser sebenarnya telah dilengkapi dengan fitur peralatan keamanan standard. Salah satunya adalah parental control.  Jadi, pada dasarnya cukup dengan browser Internet Explorer atau Firefox dasar, orang tua sudah bisa memasang pembatasan bagi anak-anak mereka yang mengakses internet.

Alat bantu ini pun selalu diperbaharui sesuai dengan metode-metode pelanggaran keamanan terbaru. Ya, ada kejar-kejaran teknologi dalam hal ini. Layaknya persaingan antara polisi dan penjahat. Polisi selalu berusaha meningkatkan teknologi atau menerapkan metode baru untuk menangkap penjahat. Di lain pihak, penjahat pun tak mau kalah mengembangkan teknik-teknik baru agar tidak tertangkap.

Maka demikian pula di dunia maya. Jika ternyata pihak yang ‘jahat’ di dunia maya lebih maju dan lebih canggih, maka pengamanan versi standar tidaklah mencukupi lagi. Jika ini terjadi, saatnya untuk mempertimbangkan parental control alternatif, jika perlu yang berbayar. Tinggal pilih saja.

Selain memasang alat-alat bantu untuk mengontrol penggunaan gadget dan internet, orang tua dan guru juga harus banyak belajar meningkatkan kemampuan diri. Sebab dunia maya berkembang sangat cepat dan liar. Untungnya, untuk belajar tentang gadget, internet, dan segala permasalahannya tidaklah sulit. Banyak blog, artikel, dan video yang membahasnya. Tinggal, kita sebagai orang tua bersedia meluangkan waktu menyimaknya.

Orang tua selalu senang jika anak-anak mereka tumbuh lebih cerdas dan lebih hebat dari diri mereka sendiri. Akan tetapi, menurut saya, dalam hal yang satu ini, orang tua harus berusaha untuk jangan sampai kalah dari anak-anaknya.

Comments

comments

By | 2018-02-09T00:00:36+00:00 February 9th, 2018|Categories: Edukasi, Kidos, Teknologi Informasi|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Simple and happy mommy * Advanced Open Water Diver * Enthusiast Reader * Books lover * Slow runner but continue making progress * Loves chocolate ice cream * Owner of Dapoer Kampoeng 33, a catering business located in Makassar, Indonesia * Food photographer

Leave A Comment