Goals Setting dengan Pendekatan Coaching

/, Self Development/Goals Setting dengan Pendekatan Coaching

Goals Setting dengan Pendekatan Coaching

“Ingin menjadi orang yang bermanfaat”. Inilah jawaban standard ideal di masa kecil saya ketika guru di dalam kelas bertanya tentang cita-cita kami. Inilah jawaban yang rasa-rasanya paling inspiratif saat itu.

Sayangnya, seiring waktu berlalu, saya tidak mampu mendefinisikan kebermanfaatan tersebut, bahkan hingga lulus sekolah dan bekerja. Bahkan kebermanfaatan itu sendiri sering kali terlupakan. Saya hanya menjalani hari demi hari, berpindah dari tugas satu ke tugas lainnya. Dorongan yang saya rasakan adalah dorongan karena beban tanggung jawab dan ekonomi, bukan kebermanfaatan.

Suatu hari saya mengikuti program pelatihan bertajuk Powerful You yang diselenggarakan oleh Insight Indonesia. Dalam program ini, keinginan terdalam kami digali dengan metode campuran antara mentoring, coaching dan sharing. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan dalam sesi tersebut. Pertanyaan-pertanyaannya sederhana, namun membuat saya gelisah. Salah satu pertanyaan singkat menyangkut apa visi saya dalam hidup 5 tahun ke depan. Pertanyaan ini memang sudah saya jawab pada saat sesi, namun masih terpikirkan sepanjang tahun, sebab saya sendiri masih ragu, apakah benar jawaban tersebut adalah hal yang saya inginkan. Bagi saya, pertanyaan tersebut belum benar-benar terjawab.

Saya meyakini, jawaban atas pertanyaan ini membutuhkan perenungan dan pengenalan yang mendalam atas diri sendiri. Misalnya, kapan terakhir kali Anda menanyakan ke dalam diri sendiri, siapa saya sebenarnya, apa yang penting buat saya, apa yang saya butuhkan, apa yang menggerakkan atau menahan saya, ingin ke mana saya melangkah, dan pertanyaan-pertanyaan sejenis.

Bagi orang Islam, tujuan penciptaan pada dasarnya sudah jelas. Yakni manusia dan jin diciptakan Allah semata untuk beribadah kepada-Nya. Dalam ayat lain disebutkan, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Akan tetapi, sering kali pencarian kita berhenti hingga di sini. Kita tidak mendefinisikan apa makna beribadah dan bentuk kontribusi seperti apa bisa kita berikan dalam peran sebagai khalifah.

Pentingnya visi

Satu pertanyaan penting yang membuat saya lama tercenung dalam sesi tersebut adalah, bagaimana saya melihat diri saya dalam 5 dan 10 tahun ke depan. Karena belum pernah benar-benar memikirkannya, saya tergagap ketika pertama kali diberi pertanyaan ini. Jawaban saya pun mengambang dan tidak memuaskan diri sendiri. Saya tahu bahwa jawaban ini bukanlah hal yang benar-benar saya inginkan, akan tetapi tidak bisa mendefinisikan keinginan yang sebenarnya.  Namun paling tidak, saat itu saya tahu bahwa saya tidak tahu.

Meskipun belum benar-benar sukses menjawab pertanyaan tentang visi, pada sesi program tersebut saya mempelajari prosesnya. Ketika visi 5 tahun sudah didapatkan, barulah kita dapat memilah-milah lagi apa yang menjadi target  untuk 2 tahun ke depan, dan diperpendek lagi untuk 1 tahun ke depan. Kemudian target 1 tahun itu dipecah-pecah lagi dalam jangka semester, 3 bulanan, bulanan, dan akhirnya mingguan.

Setelah itu, dibutuhkan doa, kedisiplinan, kekuatan dan ketetapan hati untuk melaksanakan apa yang sudah ditargetkan dan direncanakan.

Sesi Coaching

Salah satu konsep dasar dari coaching adalah orientasi ke masa depan. Coach akan memandu client untuk senantiasa berpikir ke masa depan dan menarik klien untuk keluar dari masa lalu.

Oleh sebab itu, metode ini akan sangat membantu klien untuk membentuk atau menajamkan visinya dan mengidentifikasi apa yang menjadi goalnya. Lebih jauh lagi, sesi coaching dapat membantu klien untuk menggali motivasi dari dalam dirinya sendiri. Sebab apa yang menjadi motivasi dari dalam diri adalah bahan bakar terbaik untuk melakukan action plan yang akan direncanakan.

Motivasi merupakan sebuah aspek penting dalam penggalian klien pada sesi coaching. Motivasi adalah hal penting yang menggerakkan seseorang untuk mulai bergerak dan mengambil langkah. Sederhananya, motivasi adalah apa yang membuat sebuah goal penting bagi seseorang. Tanpa motivasi yang kuat, kendala dan rintangan akan terasa berat, kedisiplinan akan sulit terjaga, dan masalah-masalah terasa tak memiliki solusi.

Sesi coaching akan menggali motivasi diri klien, mencari keinginan terdalam dibalik sebuah goal. Harapannya tentunya adalah membantu klien agar ia dapat membantu dirinya sendiri menjaga disiplin, konsistensi, dan daya tahan dalam perjalan untuk mencapai goalnya sendiri.

When the Why is strong, the how and the what is easy.

– Simon Sinek

Comments

comments

By | 2018-12-18T05:48:21+00:00 December 18th, 2018|Categories: Coaching, Self Development|Tags: , , , , |0 Comments

About the Author:

Simple and happy mommy * Advanced Open Water Diver * Enthusiast Reader * Books lover * Slow runner but continue making progress * Loves chocolate ice cream * Owner of Dapoer Kampoeng 33, a catering business located in Makassar, Indonesia * Food photographer

Leave A Comment