Berkantor di Rumah, Siapa Takut?

///Berkantor di Rumah, Siapa Takut?

Berkantor di Rumah, Siapa Takut?

Seorang teman mengeluhkan rasa jenuh yang melanda karena bekerja sejak pukul 8 pagi hingga jam 5 sore atau bahkan lebih di kantor. Sebagian besar dari jam kerja tersebut dihabiskannya di balik kubikal kecil. Rutinitas ini sudah dijalaninya selama bertahun-tahun.

Pada kondisi demikian, wajar jika rasa bosan kerap menyerang dan menjadi kejenuhan akut. Apakah kamu mengalaminya juga? Tenang saja, kamu tidak sendiri, koq. Rasa bosan dan lelah secara emosional yang dialami karyawan yang duduk di belakang meja adalah isu yang menjadi perhatian tim HRD di setiap perusahaan. Pasalnya, rasa jenuh tersebut menjadi salah satu penyebab turunnya produktivitas kerja.

Nah, dengan dukungan infrastruktur teknologi informasi yang handal, beberapa perusahaan yang berpikiran maju dan terbuka telah memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk bekerja dari rumah. Namun hal ini adalah sebuah alternatif yang tentunya akan menimbulkan konsekuensi tersendiri.

Apakah kamu tertarik? Atau, mungkin kamu adalah seorang pebisnis dan sedang mempertimbangkan untuk membuat kantor sendiri di rumah. Baik sebagai seorang karyawan atau pun pemilik bisnis yang sedang mempertimbangkan untuk membuat kantor rumahan, ada poin-poin khusus yang harus diperhatikan. Sebab, ketika kantormu berada di dalam rumah sendir, kamu akan kehilangan beberapa hal yang bisa didapatkan orang-orang yang kantornya berada di luar rumah.

1| Tidak terlalu dekat, tapi juga tidak terlalu jauh.

Ruang kerja yang terlalu dekat dan terlalu terbuka dengan aktivitas yang terjadi di rumah akan mengganggu kegiatan bekerja. Akan tetapi sebaliknya, kantor yang terlalu jauh dari aktivitas rumah pun akan membuat kamu merasa terisolasi. Terlebih bagi seorang Ibu yang memilih untuk bekerja di rumah karena alasan anak-anak. Kantor yang mengisolasi diri dari kegiatan di rumah tentu bertentangan dengan maksud tersebut.

2| Efek 24/7

Kantormu sekarang berada di dalam rumah, di tempat yang sama dengan tempat tinggalmu. Efeknya, kamu akan tergoda untuk selalu “on” bagi bisnis dan urusan kantor. Dalam waktu singkat hal tersebut akan membuat siapa pun lelah secara fisik maupun secara emosional.

Nah, lalu bagaimana cara untuk mengatasi masalah-masalah ini agar kamu bisa sukses punya kantor di rumah?

1| Rancangan Ruang

Untuk menyiapkan kantor di rumah, kamu harus memberikan perhatian pada proses perancangan. Tujuannya tentu adalah menciptakan sebuah ruang kantor di rumah yang layak digunakan untuk bekerja. Buatlah kantor yang nyaman, tapi tidak terlalu nyaman. Jadikan tempat teresebut hangat dan membuat betah, tapi bukan ruang bermain untuk anak-anak. Rancanglah sebuah tempat yang layak digunakan untuk bekerja sekaligus sebagai tempat tinggal.

Semoga penjelasan di atas tidak membuatmu bingung. Intinya, ruangan ini haru sesuai dengan keinginan pemiliknya, yaitu kamu sendiri. Sebab, kamulah yang nantinya akan menggunakan ruang tersebut untuk bekerja. Maka pertimbangkan selalu situasi yang akan dihadapi dan apa rencana untuk mengatasinya.

2| Anggaran

Mengubah loteng di rumah untuk digunakan sebagai kantor rumahan adalah ide yang bagus. Sudut sebuah kamar tidur yang cukup nyaman bisa pula menjadi alternatif untuk kantor di dalam rumah. Ruang mana pun yang terpilih sebagai kantor, kamu harus menjaga agar biaya tambahan yang harus dikeluarkan tetap rendah. Toh, kantor rumahmu tidak harus terlihat seperti kantor perusahaan besar dengan sebuah meja direktur dan lemari arsip dari dinding ke dinding.

Oh ya, dan satu lagi, meskipun anak-anak akan keberatan, kantor rumah bukanlah ruang bermain mereka.

3| Membuat Pengaturan dan Jadwal

Pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan jika kamu memiliki kantor rumah yang lengkap dan tertata dengan baik, sehingga orang akan merasa nyaman bekerja di dalamnya. Salah satu kuncinya adalah, memiliki jadwal kerja. Kamu harus membuat jadwal kerja seperti halnya orang yang pergi ke kantor setiap hari.

Jangan biasakan bangun pagi dengan bertanya-tanya pada diri sendiri apa yang akan kamu lakukan hari itu. Akan tetapi, rencanakanlah kegiatan-kegiatanmu sehari sebelumnya. Buatlah pengaturan jam kerja. Kamu pergi ke kantor dari jam 8-5 atau dari 9-6, titik. Ketika “berangkat” ke kantor rumah, matikan lampu di belakangmu dan tutup pintunya. Buatlah seolah-olah kamu akan melakukan perjalanan beberapa kilometer dari rumah dan bukan hanya beberapa meter saja dari kamar tidur. Dengan kata lain, ciptakan kondisi psikologis sebuah lingkungan kantor yang terpisah dari rumah.

4| Notifikasi

Saran kecil lainnya adalah mematikan notifikasi suara untuk email atau pesan baru di komputer. Setiap bunyi, ding, dong, atau beep dari komputer akan membuatmu bergegas mengecek pesan, tak peduli jam berapa pun itu. Ingat ya, bekerjalah lebih cerdas, bukan lebih keras!

Setelah menemukan tempat yang tepat untuk ruang kerja di rumah, tentu kamu berharap akan dapat menikmati bekerja di ruangan tersebut. Kamu ingin menemukan variasi dalam suasana kerja dan menghasilkan kreasi baru. Harapannya, kamu pun berkesempatan untuk memberikan hasil yang akan membawa perbedaan nyata bagi kehidupan pribadi dan keluarga.

Selamat merancang kantor rumahmu!

Comments

comments

By | 2018-01-23T08:53:04+00:00 January 23rd, 2018|Categories: Bisnis, Produktivitas Bisnis|Tags: , , , , |0 Comments

About the Author:

Simple and happy mommy * Advanced Open Water Diver * Enthusiast Reader * Books lover * Slow runner but continue making progress * Loves chocolate ice cream * Owner of Dapoer Kampoeng 33, a catering business located in Makassar, Indonesia * Food photographer

Leave A Comment