Secangkir Kopi Panas Favorit

//Secangkir Kopi Panas Favorit

Secangkir Kopi Panas Favorit

Saya sudah lama suka minum kopi. Waktu kecil, Ibu setiap hari membuat kopi untuk Ayah di dalam gelas besar. Saya sering meminta mencicipnya. Wangi dan nikmat. Apalagi Ayah memang selalu membeli kopi yang digiling di toko, bukan kopi instan.

Setelah besar, saya belajar bahwa dalam dosis yang cukup, kopi ternyata memilki banyak manfaat untuk kesehatan. Jurnal-jurnal dari American Chemistry Society memaparkan manfaat kopi sebagai pencegah diabetes dan memiliki kandungan antioksidan, yang membuatnya baik untuk kesehatan.

Wah, saya jadi semakin keranjingan minum kopi. Apalagi saya merasakan sendiri kalau minum secangkir kopi mampu membuat “on” ketika sedang lelah. Di saat sehabis berolahraga dan otot terasa agak pegal, minum kopi juga mampu menghilangkan pegal tersebut. Menurut penelitian, kafein dalam kopi mungkin berfungsi sebagai anti infalamasi, yakni menaikkan ambang batas rasa sakit dalam level tertentu.

Seorang teman yang berprofesi sebagai dokter mengatakan akan lebih baik minum kopi tanpa gula. Menurutnya, yang membuat asam lambung naik setelah minum kopi adalah karena campuran gulanya, bukan karena kopi. Maka saya mencoba saran teman tersebut.

Mulanya yang terasa hanya pahit. Akan tetapi lama kelamaan, saya jadi bisa menikmati kopi sebagai kopi yang utuh, bukan karena manis atau campuran susu atau krimer-nya. Alhamdulillah, sampai hari ini saya tidak merasakan gangguan lambung setelah minum secangkir kopi hampir setiap hari. Jadi, saya masih terus menikmati kopi tanpa gula.

Lama kelamaan saya juga jadi bisa membedakan kopi kualitas bagus dan yang biasa-biasa saja. Ah, tapi saya bukanlah ahli kopi dan tidak berniat ke arah sana. Saya hanya penikmat kopi. Saya juga sadar bahwa apa pun yang berlebihan akan ada efek sampingnya. Maka saya membatasi untuk minum maksimal hanya 2 cangkir kopi sehari. Itu pun tidak setiap hari.

Satu atau dua teman yang melihat kebiasaan ini suka memprotes, perempuan koq minum kopi. Tapi saya pikir, kopi tidak ada hubungannya dengan gender dan in sya Allah tidak haram. Orang-orang tua dulu yang perempuan pun banyak yang penikmat kopi. Jadi, kenapa tidak?

 

Disclaimer :
Tulisan ini bukan untuk menyarankan Anda minum kopi. Jika memiliki masalah kesehatan dengan lambung atau jantung, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum minum kopi.

Comments

comments

By | 2018-01-24T13:07:30+00:00 January 24th, 2018|Categories: Waktu Luang|Tags: , |0 Comments

About the Author:

Simple and happy mommy * Advanced Open Water Diver * Enthusiast Reader * Books lover * Slow runner but continue making progress * Loves chocolate ice cream * Owner of Dapoer Kampoeng 33, a catering business located in Makassar, Indonesia * Food photographer

Leave A Comment