Hari tanpa TV & Gadget – Hari ke-1

/, Home Education, Kidos/Hari tanpa TV & Gadget – Hari ke-1

Hari tanpa TV & Gadget – Hari ke-1

Saya sengaja mengambil cuti bertepatan dengan hari libur anak-anak. Berkomitmen menemani mereka meskipun kami tidak berlibur ke luar kota atau ke tempat fancy lainnya, kami mencanangkan Hari Tanpa TV dan Gadget selama setidaknya lima hari ke depan.

Terus kalau tidak boleh nonton TV atau main game di gadget, enaknya ngapain ya? Itu pertanyaan anak-anak masa kini.

Hari-hari pertama cuti biasanya saya cukup jengah dengan rumah yang agak jarang dirapikan sepenuh hati. Biasanya asal kelihatan rapi saja padahal ada beberapa barang yang tidak ditempatkan di tempat semestinya, atau ada yang mestinya dibuang tapi malah disimpan karena dibuang sayang. Maka hari ini saya putuskan untuk membereskan kamar-kamar di rumah kami, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, dan membuang yang memang seharusnya di buang. Bersama anak-anak tentunya.

Kegiatan ini ternyata lumayan menyita waktu, emosi, dan tenaga hingga membuat kami lapar dan beberapa kali mencari cemilan di sela-sela pekerjaan. Emosi? Ya, kalau menemukan barang lama dari masa lalu yang kami sendiri bahkan tidak mengingatnya lagi, kadang kami tergoda untuk berhenti sebentar dan menimang-nimang serta mencoba-coba barang tersebut. Contohnya album foto, atau pianika lama jaman sekolah dulu yang tutsnya sudah rusak di beberapa tempat. Ah ya, masa-masa ketika saya merasa muda.

Menemukan barang-barang tua berdebu itu kemudian membuat kegiatan beres-beres kami menjadi ajang bercerita kepada si kecil mengenai masa kecil saya yang menyenangkan, dengan TV yang sangat terbatas dan tak ada gadget sama sekali. Jelas beres-beres dengan cara seperti ini akan menyita waktu sepanjang hari.

Tapi tidak mengapa berlama-lama kali ini. Toh, tujuan kami memang untuk membuat hati senang tanpa TV dan gadget. Lagi pula saya juga hafal koq, kondisi rapi rumah kami tidak akan bertahan cukup lama. Di samping anak-anak yang tidak tahan melihat rumah rapi, saya sendiri juga memang agak kurang sabar meletakkan sesuatu pada tempat semestinya (jangan dicontoh).

Anak-anak terlihat cukup enjoy. Tapi lucunya, di sela-sela pekerjaan ketika kebosanan mulai mendera, justru saya yang sering kali merasakan dorongan untuk meraih remote TV dan menyalakannya, serta secara naluriah terbayang nikmatnya leyeh-leyeh di depan TV. Tapi kemudian untunglah segera teringat komitmen bersama anak-anak (atau lebih tepatnya, malu sama anak-anak), televisi dan gadget kami benar-benar libur hari ini (kecuali untuk telepon penting atau SMS).

Pertanyaan anak-anak selanjutnya adalah, “besok ngapain?”. Pertanyaan bagus. Tidak bisa begitu saja mencanangkan hari tanpa TV dan gadget tanpa memiliki alternatif kegiatan yang cukup menarik buat anak-anak. Maka di sore hari saya mencoba mencoret-coret whiteboard dan jadilah jadwal kecil pekan ini agar kami bisa tetap mematikan TV sepanjang pekan.

Hari ini bagi saya cukup sukses dan ternyata kami bisa lho melewati satu hari di rumah tanpa TV dan gadget.

Comments

comments

By | 2018-01-19T04:52:36+00:00 December 28th, 2015|Categories: Edukasi, Home Education, Kidos|0 Comments

About the Author:

Simple and happy mommy * Advanced Open Water Diver * Enthusiast Reader * Books lover * Slow runner but continue making progress * Loves chocolate ice cream * Owner of Dapoer Kampoeng 33, a catering business located in Makassar, Indonesia * Food photographer

Leave A Comment