Belajar Hari Ini : FB Ads

/, Self Development/Belajar Hari Ini : FB Ads

Belajar Hari Ini : FB Ads

“Lihat saja kebutuhannya. Jika memang bisnis Anda tidak membutuhkan FB Ads, ya jangan dipakai. Tapi jika memang Anda butuh untuk mem-branding bisnis, ya gunakan FB Ads.” demikian yang disampikan Akhi Rahman dalam sharing-nya hari ini (Senin, 25 Desember 2017) pada sesi Mentoring Makassar Berdaya Jilid 3, yang dilaksanakan di Hotel Whiz Prime Sudirman Makassar.

“Yang penting lagi, pakailah iklan yang memang menghasilkan uang. Kalau broadcast di group WA atau LINE menghasilkan uang dan FB Ads tidak menghasilkan penjualan, ya lanjutkan broadcast di group messenger tersebut. Jangan memaksakan menggunakan FB Ads”. Ujarnya lebih lanjut.

Mentoring Makassar Berdaya adalah program dari SSN (Serikat Saudagar Nusantara) Chapter Makassar. Program ini menghadirkan pembicara-pembicara bisnis untuk sharing ilmu kepada peserta. Pembicara yang dihadirkan berganti-ganti, tergantung dari keluangan waktu mereka. Topik yang dibahas pun berbeda di setiap sesi, tentu sesuai dengan fokus bidang pemateri. Menariknya, peserta tidak dipungut biaya untuk menghadiri setiap sesinya. Sesi hari ini adalah kali ketiga dari rangkaian program mentoring Makassar Berdaya, dan bahasannya adalah tentang FB Ads.

Saya cukup beruntung bisa hadir hari ini setelah dua sesi sebelumnya selalu ada saja halangan untuk hadir. Akhir Rahman yang menjadi pemateri adalah praktisi master FB Ads yang mengerjakan iklan sosial media untuk beberapa usaha yang cukup terkenal di Makassar, yaitu Chocolicious, Bakso Mas Cinkrank, dan AirCon.

Ternyata sangat menarik membahas mengenai FB Ads. Meskipun sebelumnya sudah sempat menggunakan FB Ads, tapi hari ini banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan. Untuk “bermain” di sini, Akhi Rahman menjelaskan diperlukan mental “bakar uang”. Maksudnya, FB Ads yang efektif memerlukan riset dan logika yang diimplementasikan dalam iklan berbayar. Namun tidak semua iklan yang dibuat dijamin menghasilkan penjualan yang diharapkan. Dibutuhkan kemauan untuk bereksperimen, kemampuan menganalisa, dan kesediaan untuk kehilangan uang dari segmen iklan yang tidak terlalu menghasilkan sales.

Saya setuju 100% dengan yang disampaikan Akhi Rahman. Tapi saya sendiri enggan menyebutnya “bakar uang”. Perusahaan-perusahaan korporasi menyebutnya “biaya marketing”. Tapi untuk level saya sebagai pemula, saya lebih suka menyebut “ongkos belajar”. Dan tidak dipungkiri terkadang belajar itu mahal. Nah, seorang pelaku bisnis atau “pemain FB Ads” dituntut untuk pandai-panadai mengelola anggaran yang akan mereka gunakan untuk FB Ads ini. Tak lupa tentunya menambah ilmu yang tepat agar tidak timbul ongkos belajar yang tidak perlu, yang lebih besar dari yang seharusnya dikeluarkan.

[Image Designed by Freepik]

Comments

comments

By | 2017-12-26T02:04:59+00:00 December 25th, 2017|Categories: Bisnis Digital, Self Development|Tags: , , |0 Comments

About the Author:

Simple and happy mommy * Advanced Open Water Diver * Enthusiast Reader * Books lover * Slow runner but continue making progress * Loves chocolate ice cream * Owner of Dapoer Kampoeng 33, a catering business located in Makassar, Indonesia * Food photographer

Leave A Comment